Oleh: Adi Warsito

Abstrak

Pergantian kurikulum dalam sistem pendidikan merupakan suatu langkah penting yang perlu dipertimbangkan dengan cermat. Pergantian dari Kurikulum 2013 (K-13) ke Kurikulum Merdeka adalah perubahan signifikan dalam upaya mengatasi tantangan yang dihadapi selama pandemi Covid-19. Artikel ini akan membahas alasan-alasan mengapa perubahan kurikulum perlu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Kurikulum 2013, termasuk masalah kekompleksan, kesulitan implementasi, dan kurangnya fleksibilitas. Pengembangan Kurikulum Merdeka diharapkan akan memberikan solusi yang lebih baik dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di Indonesia.

Pendahuluan

Pergantian kurikulum dalam sistem pendidikan adalah langkah yang penting untuk memastikan pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pergantian dari Kurikulum 2013 (K-13) ke Kurikulum Merdeka merupakan perubahan signifikan dalam upaya mengatasi tantangan yang dihadapi selama pandemi Covid-19. Namun, sebagian pihak menganggap perubahan ini kontroversial. Artikel ini akan membahas alasan-alasan mengapa perubahan kurikulum perlu dilakukan berdasarkan hasil evaluasi Kurikulum 2013.

1. Kompleksitas Kurikulum

Kurikulum 2013 memiliki sejumlah kelemahan yang menjadi fokus evaluasi. Salah satunya adalah kekompleksan kurikulum ini. Kurikulum 2013 menetapkan kompetensi yang terlalu luas dan sulit dipahami oleh guru. Kekompleksan ini berdampak pada beban pelajaran yang berat bagi siswa, yang pada akhirnya mengurangi pemahaman siswa. Guru cenderung menganggap bahwa mastery learning adalah menuntaskan seluruh materi pembelajaran, bukan ketuntasan pemahaman siswa. Oleh karena itu, perlu ada perubahan yang memprioritaskan ketuntasan pemahaman siswa daripada kuantitas materi.

2. Kendala Implementasi

Evaluasi juga menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 sulit diimplementasikan. Guru di Indonesia menghadapi kesulitan dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang menarik dan inspiratif. Bagian-bagian RPP yang terlalu kompleks dan rumit menguras tenaga guru, sehingga mereka lebih fokus pada urusan administrasi daripada pembelajaran yang efektif. Untuk mengatasi tantangan pembelajaran jarak jauh akibat pandemi, guru dan satuan pendidikan perlu dibebaskan dari beban administrasi yang memberatkan agar mereka dapat lebih leluasa dalam mengajar secara efektif dan inovatif.

3. Kurikulum yang Tidak Fleksibel

Kurikulum 2013 tidak memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengadaptasi tujuan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan di sekitar tempat siswa belajar. Pemerintah memberikan paket komplit silabus yang harus diikuti oleh semua sekolah, tanpa memberikan fleksibilitas kepada guru untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran. Hal ini juga berdampak pada guru yang merasa tidak memiliki kurikulum tersebut, sehingga sulit untuk mengubah pendekatan, metodologi, dan cara evaluasi siswa.

Pergantian ke Kurikulum Merdeka

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan, pergantian ke Kurikulum Merdeka tampaknya merupakan langkah yang perlu untuk mengatasi masalah yang ada dalam Kurikulum 2013. Kurikulum Merdeka diharapkan akan menjadi kurikulum yang lebih sederhana, mudah diimplementasikan, dan fleksibel. Hal ini akan membantu mengurangi beban pelajaran siswa, memotivasi guru dalam menyusun RPP yang inspiratif, dan memberikan keleluasaan kepada sekolah dalam menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan lokal.

Kesimpulan

Perubahan kurikulum dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka adalah langkah yang perlu dilakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Evaluasi Kurikulum 2013 menunjukkan bahwa kekompleksan, kesulitan implementasi, dan kurang fleksibelnya kurikulum menjadi masalah utama yang perlu diatasi. Dengan pengembangan Kurikulum Merdeka, diharapkan pendidikan di Indonesia dapat menjadi lebih sederhana, mudah diimplementasikan, dan sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga menciptakan pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan.

Daftar Pustaka

Berikut adalah beberapa sumber referensi yang dapat Anda gunakan untuk mendukung artikel ilmiah ini:

  1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Dokumen Kurikulum 2013.
  2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2023). Dokumen Kurikulum Merdeka.

UMPAN BALIK

Berikan tanggapan anda di link googleform berikut (klik disini) atau silahkan menulis di kolom komentar dibawah sebagai umpan balik artikel singkat yang berjudul Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?. Terima Kasih

7 thoughts on “Mengapa Kurikulum Perlu Berubah?”
  1. Bismillah
    Analisis perubahan kurikulum dari kurikulum k.13 ke kurikulum merdeka mengajar sangat luar biasa. Bisa menjadi referensi buat kami.

  2. Alhamdulillah, penjelasan di artikel singkat tetapi mudah dimengerti kenapa kurikulum berubah dari K-13 menjadi Kurikulum Merdeka. Terima Kasih

  3. Dari artikel ini kita dapat mengetahui Perubahan Kurikulum dari kurikulum K-13 ke kerikulum merdeka dapat menambah wawasan kita tentang kurikulim merdeka. Artikel ini sangat membantu memahami apa itu kurikulum merdeka.

  4. Masya Allah menarik ! diera modernisasi dan globalisasi ini penggunaan digital sangat pesat terutama diakalangan gen Z atau gen sandwich dimana digital mendominasi dalam kehidupan sehari-harinya. menariknya dengan adanya perubhan kurikulum kemerdekaan ini bisa mengikuti medernisasi siswa, lebih memudahkan pembelajarannya dengan segala fasilitas multimedia yg pendidik gunakan 👍🏼

  5. dari artikelnya ini dapat kita pahami tentang Kurikulum Merdeka dari pada kurikulum yang sebelumya yakni KTSP dan Kurikulum 2013 ( K13), artikel ini sangat bagus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *