Adzan subuh menggema dan suaranya menyelusup di antara cluster dan kamar penginapan. Kami bergegas menyiapkan diri menunaikan kewajiban sebagai hamba. Hari ini suasana batin diliputi kegembiraan dan bahagia, InsyaAllah bertempat di Hotel Seruni Cisarua putri kami akan diwisuda setelah menyelesaikan studi di Islamic Center Wadi Mubarak jenjang S-1 Ushuluddin Jurusan Tafsir Qur’an. Selaku orangtua mengetahui betapa berat perjuangan ananda, ..boleh dibilang sangat berat karena kuliah memiliki persyaratan berlatarbelakang Tahfidz Qur’an yang harus diselesaikan di awal-awal perkuliahan dan terus diujikan sampai kuliah berakhir.
Sedianya jam 6.30 WIB, rombongan walisantri mahasiswi dijemput di halaman Hotel Ussu untuk dibawa ke Hotel Seruni sebagai tempat wisuda oleh Panitia, berhubung masih ada kepentingan maka kami dengan membawa banyak barang naik mobil grab sekitar jam 07.00 WIB. Sampai di lokasi wisuda dibantu panitia yang salah satunya adiknya putri kami yang wisuda untuk menyimpan barang bawaan. Acara berlangsung hikmat dan penuh keberkahan, selain diwisuda S-1 STIU, juga Kader Muhafidz, Mahabbah dan dari PAUD yang semuanya berlatarbelakang tahfidz Qur’an.
Sambutan Ketua Panitia Wisuda (Ust. Faldi Navis Suardi)
Selamat kepada wisudawan dan wisudawati STIU Wadi Mubarak Bogor atas keberhasilannya menapaki salah satu fase penting dalam perjalanan ilmu. Semoga keberhasilan ini menjadi buah dari kerja keras, kesabaran, dan ketulusan kalian dalam menuntut ilmu dan mengabdikan diri kepada Al Qur’an. Kami do’akan agar capaian ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh keberkahan dan manfaat, di dunia hingga akhirat.
Generasi Qur’ani yang dihasilkan dari lembah keberkahan ini diibaratkan pelita peradaban – cahaya yang menyinari kegelapan. Kalian datang ke Wadi Mubarak dengan membawa tekad menimba ilmu, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al Qur’an. Ditempat ini kalian ditempa, dibina, dan disatukan dalam naungan Al Qur’an. Lembah keberkahan ini menjadi saksi perjuangan kalian dalam mengusir gelapnya kebodohan dan kejahilan dengan cahaya iman, Al Qur’an dan ilmu yang kalian raih. Kini cahaya itu telah kalian genggam, dan tugas kalian adalah membawanya ke seluruh penjuru tempat- ke rumah, kemasyarakat, dan kemanapun langkah kaki mengarah. Cahay ini bukan hanya milik pribadi, tetapi untuk menerangi sekitar, menjadi pelita di setiap sudut peradaban yang masih gulita. Semoga kalian menjadi perantara lahirnya generasi rabbani yang istiqamah dengan Al Qur’an hingga akhir hayat.
Namun, ingatlah bahwa ilmu yang kita dapatkan baru setetes dari samudra ilmu Allah yang tak terbatas. Jangan pernah merasa cukup, teruslah merasa bodoh agar langkah kalian selalu tertuju pada jalan menuntut ilmu. “Ilmu itu tidak akan dapat diraih oleh orang yang malu dan orang yang sombong,” Maka, rendahkanlah hatimu, tebarkanlah semangat belajar sepanjang hayat, dan jadilah hamba yang selalu haus akan petunjuk-Nya”, kata Imam Mujahid rahimakumullah
Untuk kalian yang hari ini melaksanakan wisuda kelulusan sarjana, kelulusanmu adalah kebahagiaan bercampur kesedihan. Bahagia karena setelah sekian lama bergerilya, berjuang menyelesaikan studi yang tentu banyak kerikil dan duri yang mewarnai hari-harimu. Kesedihan karena kau bagai bayi yang mulai disapih oleh ibunya. Jika dulu kau disuapi, maka kini kau harus mandiri. jika dulu kau dibimbing belajar, maka kini kau dituntut untuk menyampaikan apa yang telah kau pelajari. Sejak itu, kau akan mengerti betapa belum maksimalnya dirimu menuntut ilmu.
Yang penting adalah bukan wisudamu. Namun apa yang telah kau dapatkan selama belajar. Wisudamu tidak membuatmu menjadi alim. Ia hanya simbol bahwa usia belajar di jenjangmu telah usai. Sebagaimana ijazah dan gelar akademikmu bukanlah cerminan kehebatanmu. Namun, sebaik-baik tanda belajar adalah adab dan akhlak yang mulia. Karena diatas ilmu, ada adab dan akhlak. Ilmu padi, semakin berisi semakin menunduk. Tawadhu’ dihadapan siapa saja. Apakah dihadapan orang awam, ataukah dihadapan ulama.
Sebagai penutup, jangan pernah lupa untuk selalu mendo’akan guru-guru kalian dalam setiap do’a, sebutlah nama-nama mereka satu persatu, kenanglah jasa mereka, dan teruslah jalin silaturahmi di antara kalian. Semoga Allah menjadikan kalian insan yang bermanfaat di dunia, menjadi sebab kebaikan, dan saling memberi syafaat di akhirat. Allahumma aamiin


